Minggu, 22 Maret 2015

Review Film Orphan ditinjau dari sudut Ilmu Komunikasi

Sebelum meriview Film ini dilhat dari sudut Komunikasi, kita harus tau Sinopsisnya bagaimana.
SINOPSIS
Film ini diawali dengan kisah bagaimana Kate Coleman (diperankan oleh Vera Farmiga) mengalami keguguran di rumah sakit. Sejak saat itu dia mengalami depresi dan kecanduan alkohol. Suaminya, Jack Coleman (diperankan oleh Peter Sarsgaard) berusaha membantunya melewati masalah itu dan akhirnya sepakat untuk mengadopsi seorang anak dari panti asuhan. Meskipun sebenarnya mereka sudah memiliki dua orang anak, yaitu Daniel (diperankan oleh Jimmy Bennet) dan Max (diperankan oleh Aryana Engineer) yang bisu dan tuli.
Di panti asuhan mereka mengadopsi Esther (diperankan oleh Isabelle Furhman) yang baru berusia 9 tahun. Ia berasal dari Rusia dan keluarga yang terakhir mengadopsinya tewas dalam sebuah kebakaran. Esther berhasil memikat Jack dan Kate dengan senyumnya yang tulus dan kemampuannya melukis. Tak menunggu lama, Kate dan Jack mengadopsi Esther dan membawanya pulang ke rumah mereka. Max langsung menyambut gembira kedatangan Esther, tapi Daniel sangat membencinya. Karena gaya berpakaian Esther yang kolot dan caranya memandang yang tidak biasa.

Tidak perlu waktu lama untuk mengetahui memang ada sesuatu yang salah dengan Esther. Setelah kedatangannya, keluarga harmonis yang bahagia itu perlahan-lahan mulai diliputi masalah. Esther juga berhasil menyakiti salah seorang teman sekelasnya yang sering mengganggunya. Dia mendorongnya dari tempat permainan hingga mengalami patah tulang.

Ketika kebetulan suster Abigail (diperankan oleh CCH Pounder) yang bekerja di panti asuhan dulu menelepon, Kate langsung menceritakan kejadian itu kepadanya. Keesokan harinya, suster Abigail datang ke rumah mereka untuk membicarakan sesuatu. Ia mengatakan kalau mungkin Esther memiliki keanehan. Karena dimana ada keributan atau kecelakaan, dia selalu ada disana. Dia menawarkan untuk membawa Esther kembali ke panti asuhan. Kate dan Jack mengatakan akan memikirkannya dulu.
Esther yang mengetahui niat suster Abigail untuk membawanya kembali berhasil membunuhnya dengan menghantam kepalanya menggunakan martil. Dia memaksa Max membantunya dan menyimpan rahasia itu atau dia akan membunuhnya. Max yang ketakutan hanya bisa menurut. Esther lalu menyembunyikan martil yang dipergunakannya untuk membunuh suster Abigail di rumah pohon milik Daniel. Peristiwa itu terlihat oleh Daniel ketidak secara tidak sengaja dia berada di sekitar tempat itu.

Dan Esther ternyata tahu kalau Daniel mengintipnya dan mengancamnya dengan cutter ketika dia sedang tidur. Dia lalu menyakiti Kate dengan memotong semua mawar putih yang ditanamnya di makam Jessica, anak perempuannya yang meninggal waktu dia keguguran dulu. Saking marahnya, Kate menarik lengan Esther. Dia menjerit kesakitan untuk menarik perhatian Jack. Dan dengan sengaja dia menjepit lengannya hingga patah untuk mengesankan Kate adalah penyiksa anak.

Kate berusaha mencari tahu latar belakan Esther. Ternyata dia dulu tinggal di Saarne Institute, sebuah rumah sakit jiwa di Estonia. Dia menghubungi rumah sakit itu tapi mereka mengatakan tidak mengenal pasien bernama Esther. Kate lalu mengirimkan fotonya melalui email dan menunggu mereka mengecek lebih jauh.

Daniel akhirnya nekad untuk membongkar kejahatan Esther. Dari Max dia mengetahui kalau Esther menyimpan martil yang dipakainya untuk membunuh suster Abigail di rumah pohon. Diam-diam dia naik dan memeriksa tempat itu, tapi ternyata Esther sudah menunggunya dan membakar rumah itu agar Daniel tewas terbakar. Tapi Daniel berhasil selamat tapi harus masuk ICU. Ketika Esther berniat menghantam kepalanya dengan batu, Max muncul dan mendorong Esther hingga jatuh. Kate dan Jack membawa Daniel ke rumah sakit.

Di rumah sakit, Esther masih juga berusaha membunuh Daniel dan menutup wajahnya dengan bantal. Alat penanda sudah menunjukkan garis datar dan ia keluar dari ruangan itu dengan tersenyum. Tapi ternyata dokter berhasil menyelamatkan Daniel. Kate langsung mengetahui kalau itu adalah ulah Esther. Di depan banyak orang ia menampar Esther hingga terjatuh dan berdarah. Akhirnya Kate dibius dan harus tinggal di rumah sakit malam itu.

Esther sangat senang begitu menyadari dia akan berduaan di rumah dengan Jack. Dia menggunakan kesempatan itu untuk menggoda Jack agar tidur dengannya. Jack menolak dan menyuruhnya naik ke kamarnya. Esther sangat marah karena merasa ditolak. Dia pun mengambil pisau dan pistol yang didapatnya dari lemari besi.

Pada saat itu, di rumah sakit, Kate menerima telepon dari Saarne Institution. Dokter yang menghubunginya mengatakan kalau nama asli Esther adalah Leena Klammer. Dia sebenarnya bukan seorang anak-anak lagi. Dia adalah wanita dewasa yang berusia 33 tahun. Dia mengidap penyakit yang membuat tubuhnya berhenti berkembang secara fisik. Jadi, meskipun usianya sudah dewasa, dia tetap terlihat seperti anak yang berusia 9 tahun. Leena adalah seorang psikopat yang sangat berbahaya. Dia berhasil melarikan diri dari rumah sakit itu setelah membunuh beberapa pegawai.

Kate buru-buru pulang dan mendapati bahwa Jack sudah tewas dengan banyak luka bacokan di tubuhnya. Dan ia harus kucing-kucingan dengan Esther yang membawa pistol, untuk bisa naik dan menjemput Max yang bersembunyi di dalam lemari. Dalam perkelahian, dia berhasil memuat Esther pingsan dan membawa lari Max. Tapi ternyata, Esther berhasil menyusul dan mereka bergulat di atas danau yang membeku karena lapisan es. Pecahan es itu retak dan mereka berdua terjun ke dalam air yang dingin.
Kate berhasil menghantam wajah Esther dan naik terlebih dahulu ke permukaan. Esther menyusul di belakangnya sambil berkata:
Jangan biarkan aku mati, bu.
Kate memandangnya dengan marah lalu menendangnya sekuat tenaga sambil berkata:
Aku bukan ibumu!
Tendangan Kate membuat leher Esther patah dan dia masuk kembali ke dalam air dan tenggelam.(2009)

 
Review Film ditinjau dari sudut komunikasi.



.          Kita tidak dapat tidak berkomunikasi , disetiap film pasti terdapat komunikasi, baiklah kita akan bahas Film Orphan dilihat dari sudut komunikasi.
          Esther dalam Film ini sangat kurang berkomunikasi sosial dengan sesama. salah satu alasan mengapa Esther kurang berkomunikasi adalah karena Esther umurnya berbeda dengan anak-anak yang lainnya. Wajah dan tubuh Esther yang seperti layaknya anak-anak itu membuat orang lain salah persepsi terhadapnya, banyak yang mengira bahwa Esther adalah anak-anak. Namun ternyata persepsi itu salah, kekeliruan dan kegagalan persepsi kita salah satu penyebanya adalah asumsi atau pengharapan kita, jadi mempersepsi seseorang sesuai dengan pengharapan kita, bentuk kekeliruan juga disebabkan oleh Kesalahan atribusi, Atribusi adalah proses internal dalam diri kita untuk memahami prilaku orang , seorang melihat Esther dengan Esther dengan mengamati penampilan Fisiknya, usianya, dan daya tarikpun dapat memberikan isyarat mengenai sifat-sifat utama Esther. Seorang menjadikan prilaku Esther sebagai sumber informasi mengenai sifat-sifatnya, kita hanya mengamati prilaku luar Esther dan kemudian meduga sifatnya, bahwa sifat Esther itu  baik, akan tetapi cara ini juga tidak selalu membawa hasil yang benar mengenai Esther, Esther sengaja menysatkan kita, Esther berusah menyembunyikan sifat-sifat aslinya dihadapan kita, sehingga kita salah dalam mempersepsikan Esther, padahal Esther sesungguhnya wanita dewasa.
          Setiap prilaku mempunyai potensi komunikasi. Melihat prilaku dan gerak-gerik Esther , yang setiap hari semakin aneh dan mengherankan, membuat para penonton menafsirkan (interpretasi) banyak tentang Esther, dan akhirnya mempersepsikan bahwa Esther adalah seorang yang jahat.
          Dalam suatu adegan Esther memakai baju yang tidak seharusnya anak sekolah pakai , hal ini tidak pantas karena komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu, misalnya seorang memakai baju merah meriah, hal ini pantas jika dipakai pada acara pesta , namun tidak pantas dipakai ke pemakaman.  
          Max, adalah seorang yang tuna wicara, sehingga dia tidak mampu berkomunikasi verbal secara aktif, bahasa yang ia gunakan menggunkan komunikasi non verbal, kebanyakan ia berkomunikasi non verbal dengan bahasa tubuh saja, misalnya isyarat tangan, gerakan kepala, ekspresi wajah dan tatapan mata.
          Itulah sedikit mengenai Review film sudut pandang Ilmu Komunikasi yang sudah dipelajari.


Minggu, 15 Maret 2015

Ancaman bagi yang meninggalkan Sholat Fardhu

Sholat, yaa kata yang sudah tak asing lagi umat muslim, namun kebanyakan dari mereka banyak yang melalaikannya, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman (artinya) :
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS. Al-Ma'un : 4-5)
 banyak yang meninggalkannya, terkadang mereka meninggalkan Sholat hanya untuk kepentingan dunia, padahal tujuan hidup kita di dunia ini untuk beribadah kepada Allah, terutama Sholat, hal-hal lain yang diluar Sholat itu hanyalah selingan, kita Sekolah, Kuliah, Kerja, dll. Itu semata hanya menunggu waktu Sholat saja.

بين الرجل وبين الشرك والكفر ترك الصلاة
"Antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan meninggalkan shalat."  (HR. Muslim)

العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة فمن تركها ـ أي الصلاة ـ فقد كفر
"Janji antara kita dengan mereka adalah 'Ash-Shalah', siapa yang meninggalkannya, sungguh dia telah kafir." (HR. Ahlussunan, dinyatakan shahih oleh Al-Albany dalam shahih Targhib wa Tarhib, 564)

Sedangkan Allah Ta'ala berfirman terkait dengan orang-orang durhaka.
مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرَ ، قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ المُصَلِّينَ
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.” SQ. Al-Mudatsir: 42-43.

tau gak sih, siksaan bagi oirang yang meninggalkan Sholat apa..??


 15 macam siksa, 6 di dunia, 3 pada saat kematian, 3 di dalam kubur dan yang 3 lagi ketika bangkit dari kubur.

6 siksaan yang ditimpakan di dunia bagi yang meninggalkan shalat fardhu ialah :
¤ Dicabut keberkahan umurnya,
¤ Tanda-tanda keshalehan dihapus dari wajahnya,
¤ Setiap amal yang dilakukannya tidak diberi pahala oleh Allah,
¤ Do’anya tidak dinaikkan, Tidak dapat menembus ke langit,
¤ Segala balasan yang jahat dari Allah tidak akan di tunda,
¤ Tidak mendapatkan bagian dari do’anya orang-orang shaleh.

3 siksaan yang ditimpakan pada saat kematian ialah :
¤ Dia mati dalam keadaan hina,
¤ Mati dalam keadaan lapar,
¤ Mati dalam keadaan kehausan, Seandainya dia diberi minum air laut yang ada di dunia, kehausannya belumlah sirna.

Adapun 3 siksaan di dalam kubur ialah :
¤ Liang kuburnya menjadi meyempit dan menghimpit hingga tulang-tulang rusuknya terpatah-patah,
¤ Api dinyalakan di dalam kuburnya sehingga ia menjadi terpanggang bergelimpangan siang dan malam,
¤ Dia dililit ular besar di dalam kuburnya yang bernama Syujja’ul Aqra’, Kedua matanya dari api, Kuku-kukunya dari besi, Panjang dari setiap kukunya sepanjang perjalanan sehari.
Ia berkata kepada si mayit, Aku adalah Syujja’ul Aqra’, suaranya seperti petir yang menyambar-nyambar.
Ia berkata, Aku diperintahkan Tuhanku untuk memukul kamu, karena kamu menyia-nyiakan shalat Shubuh hingga matahari terbit dan aku juga memukulimu karena kamu menyia-nyiakan shalat Ashar hingga datang waktu maghrib.
Aku memukul kamu karena kamu menyia-nyiakan shalat Maghrib hingga datang waktu Isya’ dan aku juga memukul kamu karena menyia-nyiakan shalat Isya’ hingga datang waktu shalat fajar.
Ketika ular itu memukulnya sekali pukulan, ia terbenam ke dalam bumi tujuh puluh dzira’. Dia selalu disiksa di dalam kubur tanpa pernah berhenti, hingga datang hari kiamat.

Sedangkan 3 siksaan ketika dibangkitkan dari kubur ialah :
¤ Dia mendapatkan hisab yang sangat berat di mauqif(tempat meghimpun manusia pada hari kiamat untuk menunggu hisab),
¤ Kemurkaan Tuhan dan
¤ Masuk ke dalam neraka. Na'udzu billahi min dzalik.....


ada lagi.


Barang siapa yang (sengaja) meninggalkan solat fardhu lima waktu:

Subuh –Allah Ta’ala akan menenggelamkannya kedalam neraka Jahannam selama 60 tahun hitungan akhirat. (1 tahun diakhirat=1000 tahun didunia=60,000 tahun).

Dhuhur -Dosanya sama seperti membunuh 1000 orang muslim.

Asar -Dosanya seperti menghacurkan Ka’bah. dan semua amal baik yang ia kerjakan selama hidupnya, akan dihapus.

Maghrib -Dosa seperti berzina dengan ibu-bapak sendiri.

Isya’ -Allah Ta’ala akan berseru kepada mereka: “Hai orang yang meninggalkan sholat Isya’, bahwa Aku tidak lagi ridha’ engkau tinggal dibumiKu dan menggunakan nikmat-nikmatKu, segala yang digunakan dan dikerjakan adalah berdosa kepada Allah Ta’ala”.
Maksud Firman Allah Ta’ala: “Mereka yang menyia-nyiakan solat dan mengikuti hawa nafsu kepada kejahatan, maka tetaplah mereka jatuh ke dalam satu telaga api neraka.” (Maryam : 59).

Saya juga ini baca dari artikel lain, saya juga kurang jelas bagaimana dalilnya,  maka dari itu, mohon maaf bila ada yang salah yaa..


Kamis, 12 Maret 2015

Asal mula penulisan Al-Quran Zaman Rosul



Sedikit akan saya bahas mengenai asal mula penulisan Al-Quran bagi kalian yang Kepo Ilmu..


A.    TRADISI HAFALAN AL-QURAN


Di dalam kamus ‘ulum Al-Quran dikenal istilah Jam’u Al-Quran. Istilah ini menurut Dr.  Shubhiy Shahih dalam mabahits fi ‘ulum Al-Quran mempunyai dua pengertian, yaitu Al-hifzhu (menghafal) dan Al-kitabah yakni  Al-Quran pada benda-benda yang bisa ditulis. Uraian singkat berikut ini akan mengulas kedua jenis jam’u Al-Quran tersebut.


Tau gak sih, Ada tiga tahap penting yang dilalui Rosulullah ketika menerima wahyu Al-Quran. Pertama, tahap penghimpunan Al-Quran dibenak Rosulullah Saw,. Yakni penghapalan. Kedua, tahap pembacaan ayat-ayat Al-Quran, artinya Jibril membacakan ayat-ayat yang baru saja disampaikan dihadapan Rosulullah Saw. Ketiga, tahap penjelasan atau tahap Bayan, pada tahap yang terakhir ini, Rosulullah Saw. Diberitahukan pengertian atau maksud ayat yang beliau terima.


Al-Quran tidak hanya untuk Rosulullah saja, tetapi untuk semua orang terutama orang yang  bertakwa, langkah Rosulullah Saw. Selanjutnya adalah Tabligh, yakni menyampaikan Al-Quran kepada para sahabat tanpa kecuali.


Rosulullah Saw. Bersabda “Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.”


Kalimat Rosulullah ini ternyata menjadi semacam alat pemicu yang mampu menggerakan kaum muslimin untuk berlomba-lomba menguasai Al-Quran sebanyak mungkin tidak sedikit dianatara sahabat Rosullulah yang menguasai keseluruhan ayat Al-Quran dalam tempo yang relatif singkat. Menurut Al-Qurthubiy, di peristiwa bi’r Ma’unah saja, terdapat sekitar tujuh puluh orang Hafiz yang gugur. Bila jumlah hafiz yang gugur saja sebanyak itu, dapat dibayangkan berapa banyak hafiz Al-Quran yang dimililki kaum muslimin pada waktu itu. Karna memang para sahabat berlomba-lomba menguasai Al-Quran baik bcaan maupun tulisan, mereka tak ingin kalau sampai ada ayat Al-Quran yang tidak mereka kuasai, misalnya Abdullah bin Mas’ud, Zaid bin Tsabit, ubai bin Ka’ab, selain emapat sahabat Rosulullah yang sempat menduduki kursi Khalifah, atau yang biasa disebut “Khulafaur Rasyidin” yaitu Abu Bakar, Umar, Ustman, dan Ali.


Imam Abu ‘Ubaid Al-Qasim bin Salam dalam kitabnya, Al-Qiraat, menyebut sejumlah sahabat yang menguasai Al-Quran sepenuhnya, mereka adalah sebagai berikut.


1.      Dari kalangan Muhajirin :      Abu Bakar                                           


Umar bin Al-Khathab


Usman bin Affan


Ali bin Abi Thalib


Thalhah


Sa’d


Ibnu Mas’ud


Khudzaifah


Salim


Abu Hurairah


Abdullah bin Sa’ib


Ibnu Zubair


Abdullah bin Umar


Abdullah bin Abbas


Amr bin Al-‘ash


Muawiyyah bin Abi Sufyan




2.      Dari kalangan Anshar:            Ubai bin Ka’ab


Abu Darda


Zaid bin Tsabit


Anas bin Malik


Ubaidillah bin Al-Shamit


Mu’az alias Abu Hulaimah


Mujamma bin Jariah


Fadhalah bin Ubaid


Maslamah bin Makhallad


            Minat mempelajari Al-Quran dikalangan sahabat Rasulullah Saw. Demikian tingginya hal ini terlihat pada Hadits Riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Amr bin Al-ash. Rosulullah menurut Riwayat itu, bersabda “Baca (khatamkanlah) sekali dalam setiap bulan” rupanya bagi Abdullah yang mempunyai semangat membara untuk menuasai Al-Quran dengan baik merasa satu bulan sekali Khatam baginya tidak cukup. Masih terlalu sedikit. Abdullah kemudian mengatakan pada Nabi Muhammad., “Sesungguhnya aku mendapati diriku merasa kuat.” Melihat kesanggupan Rosulullah Abdullah, Rosulullah Saw berpesan kepadanya  “bacalah (tamatkanlah) dalam dua puluh malam” dua puluh malam pun masih terlalu lama untuk menamatkan Al-Quran yang sangat ia minati itu, Abdullah lagi-lagi menyatakan energinya masih ia rasakan lebih bila hanya menamatkan Al-Quran sekali setiap dua puluh malam, sekali lagi, Rosulullah Saw. Berpesan : “bacalah (tamatkanlah) dalam setiap tujuh hari sekali, jangan lebih dari itu”


            Generasi sahabat menurut Syech Muhammad bin Muhammad bin Muhammad  lebih banyak mengandalkan hafalan dari pada tulisan, artinya mereka lebih ska menghafalkannya, hal ini llebih dimengerti mengingat pada zaman itu tidak banyakorang yang mampu baca tulis, pebggunaan alat tulis menulis masih jauh dari popular. Selain itu dengan menghafal ayat Al-Quran yang mereka hafal segere mereka pakai untuk bacaan Sholat, meskipun demikian, tidak berarti penulisan Al-Quran belum dikenal generasi mereka.


B.     PENULISAN AL-QURAN PADA ZAMAN ROSULULLAH


Pada masa ini Rasulullah mengangkat beberapa orang untuk dijadikan sebagai jurutulis, diantaranya Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Zaid bin Tsabit dan lain-lain. Tugas mereka adalah merekam dalam bentuk tulisan semua wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah. Alat yang digunakan masih sangat sederhana.


Para sahabat menulis Al-Qur’an pada :


a.    Ujung pelepah kurma (al-usb)


b.    Batu-batu tipis (al lakhaf)


c.    Kulit binatang/ pohon (ar-riqa’)


d.   Pangkal pelepah kurma yang tebal (al-karanif)


e.    Tulang belikat yang telah kering (al-aktaf)


f.     Kayu tempat duduk pada unta (al-aktab)


g.    Tulang rusuk binatang (al-adhla’)


Faktor yang mendorong penulisan Al-Qur’an pada masa nabi adalah


1)        Mem-back up hafalan yang telah dilakukan nabi dan para sahabatnya.


2)        Mempresentasikan wahyu dengan cara yang paling sempurna. Bertolak dari hafalan para sahabat saja tidak cukup karena terkadang mereka lupa atau sebagian dari mereka ada yang sudah wafat. Adapun tulisan tetap terpelihara walaupun tidak ditulis pada satu tempat.


Untuk menghindari kerancuan akibat bercampuraduknya ayat-ayat Al-Qur’an dengan yang lainnya, misalnya hadits Rasulullah, maka beliau tidak membenarkan seorang sahabat manulis apa pun selain Al-Qur’an. Kegiatan itu didasarkan pada sebuah hadist Nabi sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim, “Janganlah kamu menulis sesuatu yan berasal dariku, kecuali Al-Qur’an. Barang siapa telah menulis dariku selain Al-Qur’an, hendaklah ia menghapusnya.” Larangan ini dipahami oleh Dr. Adnan Muhammad Zarzur sebagai suatu usaha yang sungguh-sungguh untuk menjamin nilai akurasi Al-Qur’an. Setiap kali turun ayat Al-Quran.


   Rasulullah memanggil jurutulis wahyu. Kemudian Rasulullah berpesan, agar meletakkan ayat-ayat yang turun itu disurat yang beliau sebutkan.


Cara yang telah dilakukan Rasulullah dalam rangka memperhebat dan memperlancar penulisan Al-Qur’an kepada kaum muslimin untuk memberantas buta huruf antara lain sebagai berikut :


1)      Memberikan penghormatan dan penghargaan yang tinggi kepada orang-orang yang telah pandai menulis dan membaca.


2)      Rasulullah menggunakan tenaga para tawanan perang dalam usaha pemberantasan buta huruf. Pada perang Badr al-Kubra, kaum muslimin memperoleh kemenangan. Orang-orang musyrik banyak ditawan, dan diantara para tawanan ini banyak pula yang tidak dapat menebus dirinya sendiri itu, tetapi pandai tulis baca, maka Rasulullah memberikan suatu ketentuan, bahwa tawanan-tawanan tersebut dapat dibebaskan kembali dengan syarat masing-masing telah berhasil mengajar sampai pandai tulis baca 10 orang muslim.


Dengan adanya berbagai macam usaha tersebut, bertambah besarlah keinginan masyarakat muslimin untuk meperlajari tulis baca, dan semakin banyak orang yang bebas dari buta huruf. Hal ini menyebabkan bertambah banyak pula jumlah kaum muslimin yang dapat ikut serta memelihara Al-Qur’an dengan tulisan-tulisan disamping hafalan-hafalan mereka.


Pengumpulan Al-Qur’an dimasa nabi ini dinamakan : a) penghafalan, dan b) pembukuan yang pertama.